Durasi: Berlangsung lebih dari 4 minggu.
Penyebab: Bisa disebabkan oleh berbagai kondisi, seperti penyakit radang usus (IBD), alergi makanan, malabsorpsi, atau efek samping obat-obatan.
Gejala: Buang air besar lebih sering, feses cair atau encer, kram perut, penurunan berat badan, kelelahan, dan kekurangan nutrisi (dalam beberapa kasus).
Pengobatan: Pengobatan diare kronis tergantung pada penyebabnya. Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk menentukan penyebab dan memberikan pengobatan yang tepat. Pengobatan dapat meliputi obat-obatan, perubahan pola makan, terapi, atau bahkan operasi.
3. Diare Disentri:
Jenis diare akut: Disentri merupakan jenis diare akut yang disertai dengan darah atau lendir dalam tinja.
Penyebab: Disentri biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri atau parasit.
Gejala: Buang air besar lebih sering, feses cair atau encer, kram perut, darah atau lendir dalam tinja, demam, dan mual.
Pengobatan: Pengobatan disentri berfokus pada pencegahan dehidrasi dan pemberantasan infeksi. Antibiotik atau obat antiparasit akan diresepkan dokter tergantung pada penyebabnya. Istirahat yang cukup dan konsumsi makanan yang mudah dicerna juga penting untuk pemulihan.
Penting untuk diingat bahwa diagnosis dan pengobatan diare harus dilakukan oleh dokter. Konsultasikan dengan dokter jika Anda mengalami diare, terutama jika disertai dengan gejala seperti demam, darah dalam tinja, atau penurunan berat badan.(*)



