Berikutnya, karena Kabupaten Jember tidak dilalui jalan tol, maka harus solusi dan alternatif, seperti membangun pelabuhan supaya ketika ada investor yang berinvestasi di Jember maka biaya angkut (transportasi) dari Jember ke daerah-daerah lain bisa melalui pelabuhan yang ongkosnya lebih murah.
“Sampai hari ini Jember tidak punya pelabuhan, jalan tol juga tidak ada dan penambahan ruas jalan juga tidak optimal karena lalu lintasnya semakin macet sehingga tidak menarik bagi investor. Itulah yang terjadi sekarang di Jember,” ungkap Gus Fawait.
Tingginya angka kemiskinan juga menimbulkan dampak yang lain. Misalnya, angka kematian ibu melahirkan dan angka kematian bayi di Kabupaten Jember menempati peringkat tertinggi di Jawa Timur.
“Jadi untuk memperbaiki dan mensejahterakan masyarakat Jember ke depan, kuncinya adalah perijinan harus dipermudah bahkan kalau perlu diberikan insentif bagi para investor yang mau menanamkan investasinya di Jember,” tegas kandidat kuat calon tunggal di Pilkada Jember 2024.
“Dan yang lebih penting lagi adalah menyediakan infrstruktur yang memadai. Ruas jalan harus diperbanyak dan diperluas, bandara harus dihidupkan, dan pelabuhan di Jember juga harus dipikirkan untuk segera dibangun karena itu yang bisa membuat ekonomi bergeliat, investor mau masuk ke Jember. Maka saya yakin pengangguran dan kemiskinan juga akan berkurang,” imbuhnya.( Caa)



