“Di Pilkada ke depan, harapannya akan terjadi sebuah proses demokrasi yang aman dan demokratis. Kemudian, setelah masa transisi pemerintahan kita akan mendukung apa yang menjadi agenda pemerintahan baru kedepan,” tegas Andry.
Belajar dari dinamika rangkaian pemilu yang ada, lanjut Andry, yang penting adalah bagaimana kemudian fragmentasi ini tidak menjadi ekstremitas atau radikalisme pada suatu pilihan politik.
Diharapkan pula, proses demokrasi ini bisa membangun sebuah warna birokrasi baru yang modern profesional akuntabel dan melayani masyarakat dan bangsa.
Dalam agenda yang sama, Ketua DPD Bravo 5 Jatim, Raya Sumantoro menyatakan bahwa Bravo lima organisasi binaan Luhut Binsar Pandjaitan saat ini telah bertranformasi dari relawan politik menjadi sebuah Organisasi Masyarakat (Ormas).
“Saat ini tugas kami adalah terus tetap kampanyekan perdamaian sampai dengan transisi pemerintahan,” ucap Raya.
Artinya, kata Raya, sesuai petunjuk ketua Umum Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi, Bravo lima sebagai ormas akan bersikap netral dan secara kelembagaan sudah tidak diperkenankan dukung mendukung partai maupun Calon untuk jabatan politik.












