Analis Bencana BPBD Jatim, Dadang Iqwandy juga mengapresiasi kegiatan ini, karena merupakan wujud kolaborasi dari segenap unsur penthahelix. Dengan pelibatan semua unsur, termasuk masyarakat, akan terbangun kesadaran akan kesiapsiagaan bencana, khususnya gempa bumi dan tsunami. “Kami berharap, daerah lain yang berada di garis pantai selatan bisa melakukan sosialisasi dan simulasi seperti ini, agar mampu mengurangi risiko bencana,” harapnya.
Simulasi susur jalur evakuasi ini juga diikuti ratusan warga setempat, mulai dari kalangan ibu-ibu, anak-anak, kelompok pemuda hingga perangkat desa di wilayah Panggul dan Wonocoyo.
Dengan berjalan kaki dan sesekali melakukan lari-lari kecil, lebih dari 200 warga mencoba jalur evakuasi dengan jarak sekitar 2 km. “Simulasi yang kita lakukan ini tadi sesuai dengan teori 20:20:20. Yaitu, 20 detik gempa, 20 menit waktu evakuasi, dan menuju zona aman di atas 20 meter dari ketinggian pantai,” ujar Kalaksa BPBD Trenggalek, Triadi Atmono dalam keterangan tertulisnya, Kamis (27/6/2024)



