“Pemerintah Kota punya alokasi anggaran rutilahu, prinsipnya adalah tidak boleh ada yang tidak tersentuh. Nah yang serupa dengan kondisi Bu Elly mungkin tidak hanya satu dua ya, bisa jadi di tempat yang lain ada juga yang mengalami,” ungkapnya.
Reni juga mengatakan bahwa DPRD terus mendorong Pemkot Surabaya dalam memperhatikan masyarakat Kota Surabaya. Sebab, tambah dia, Pemkot Surabaya sudah memiliki alokasi anggaran bagi perbaikan rumah tidak layak huni.
“DPRD terus mendorong agar Pemerintah Kota dapat memberikan solusi dan jalan keluar terbaik. Pasti bisa, terkait anggaran itu bisa dicarikan apakah nantinya melalui APBD atau lewat BAZNAS maupun dana-dana sosial lainnya seperti juga dari CSR,” ungkapnya.
Di sisi lain, pemilik rumah, Ibu Elly, menyampaikan ketika hujan maka para penghuni rumah pun harus pindah tempat dan terkadang tidak tidur lantaran kondisi yang tidak memungkinkan istirahat dengan atap rumah yang bocor serta air yang ‘nyumber’ dari bawah rumah












