“Para penghayat mengadakan doa untuk Kota Surabaya di Tugu Pahlawan. Kedua, dilanjutkan dengan wayangan. Saya berterima kasih kepada para penghayat yang terus membangun Kota Surabaya dengan kegiatan wayang dan doa-doanya,” kata Wali Kota Eri.
Dengan diadakannya ruwatan sukerta bumi/Kota Surabaya oleh Pemkot Surabaya melalui Dinas Kebudayaan Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudpprapar) Kota Surabaya, harapannya Kota Pahlawan dapat terhindar dari segala bencana, mendapatkan keselamatan, kondusif, serta warga semakin rukun dan bersatu.
Dilanjutkan dengan pagelaran wayang. Melalui pagelaran wayang, Wali Kota Eri menyampaikan bahwa warga dapat belajar tentang kebijaksanaan, keberanian, dan semangat gotong royong untuk memperkuat karakter masyarakat Surabaya.
“Karena wayang ini adalah budaya bangsa. Saya sangat respect dengan pagelaran wayang ini karena yang bermain adalah dalang cilik, dan yang bermain alat musiknya adalah anak-anak cilik,” ungkapnya.












