“Yang lebih berbhaya di kelompok pemuda dan aktifis sudah tidak ada
ketersinggungan dengan persoalan keyakinan dan idiologinya masing-masing,”
ujarnya. Lebih lanjut Haris menjelaskan, dampak dari fomalisai idiologi
Pancasila yang secara bertahap akan membuat Pancasila hanya sebuah ucapan
saja, tanpa ruh dan penghayatan yang tepat. Demikian juga dengan faham yang
lain yang diberikan kebebasan di Indonesia, sudah tidak lagi memberikan ruh
terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Dari persoalan di atas maka diperlukan sebuah langkah strategis yang harus
diambil. Diantaranya adalah memperdalam Pancasila sebagai ruh dalam
menjalani kehidupan. Untukitu perlu menggalakkan gerakan sadar Pancasila
baik melalui pendidikan, pelatihan atau gerakan dari para intelektual.
Pancasila adalah benteng dari ideologi global. Pancasila adalah Indonesia,”
tegasnya.










