Teknologi imersif: VR dan AR dapat membuat orang merasa seperti mereka melewatkan pengalaman yang luar biasa yang dialami orang lain, sehingga memperparah FOMO.
Personalisasi yang lebih canggih: Algoritma media sosial yang semakin canggih dapat menargetkan pengguna dengan konten yang dipersonalisasi yang memicu rasa iri dan FOMO.
Tekanan untuk selalu terhubung: Budaya “always-on” di era digital dapat membuat orang merasa tertekan untuk selalu terhubung dan mengikuti tren terbaru, sehingga meningkatkan risiko FOMO.
Peluang Mengatasi FOMO di Masa Depan:












