2. Seleksi Influencer yang Lebih Ketat:
Brand akan semakin selektif dalam memilih influencer untuk berkolaborasi.
Brand akan mencari influencer yang memiliki reputasi baik, audiens yang relevan, dan konten yang berkualitas.
Influencer yang tidak dapat memenuhi kriteria tersebut akan semakin sulit untuk mendapatkan kerjasama dengan brand.
3. Konten yang Lebih Kreatif dan Inovatif:
Influencer akan dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam membuat konten.
Audiens sudah terbiasa dengan konten influencer yang biasa-biasa saja, sehingga influencer perlu membuat konten yang lebih menarik dan berbeda agar dapat menonjol dari para pesaingnya.
4. Micro-Influencer dan Nano-Influencer Semakin Digemari:



