Menjadi influencer berarti harus selalu aktif dan konsisten dalam membuat konten.
Pengikut influencer mengharapkan konten baru dan menarik secara berkala, dan influencer perlu memenuhi ekspektasi tersebut.
Hal ini dapat menjadi tekanan tersendiri bagi influencer, karena mereka harus selalu kreatif dan inovatif dalam menghasilkan konten.
3. Potensi Cyberbullying:
Menjadi influencer berarti membuka diri terhadap komentar dan kritik dari publik.
Tak jarang, influencer menerima komentar negatif dan bullying dari para pengikutnya.
Hal ini dapat berdampak pada kesehatan mental influencer dan membuat mereka merasa tertekan.
4. Ketidakpastian Penghasilan:



