Peneliti Surabaya Survei Center (SSC) ini menambahkan, calon berlatar TNI/Polri ini bisa menguasai ceruk suara yang berasal dari keluarga besar TNI/Polri. Terlebih, bila calon berlatar TNI/Polri itu hanya ada satu alias tunggal. Hal itu akan memicu semangat korsa di kalangan keluarga besar TNI/Polri. Dirinya mencontohkan, suara SBY dan Prabowo selalu tinggi di TPS yang berada di lingkungan asrama TNI/Polri.
Karena itu, kandidat Cawagub yang berlatar TNI/Polri akan memberi sumbangan suara dari lingkungan keluarga besar TNI. Hal itu tentunya akan menambah dukungan suara dan melengkapi kandidat Cagub yang berlatar sipil atau politisi murni.
“Saya kira semangat korsa di keluarga besar TNI/Polri masih tinggi. Lihat saja, pengalaman pilpres lalu, suara Prabowo Subianto selalu mendominasi di tempat pemungutan suara yang berada di lingkungan asrama TNI/Polri. Karena itu keluarga besar TNI/Polri cenderung memilih kandidat yang mempunyai latar belakang sama,” tandas alumnus Pondok Pesantren Darul Ulum, Langitan, Tuban ini.
Untuk diketahui, saat ini ada dua kandidat berlatar TNI/Polri yang sudah resmi mendaftar di partai politik. Mereka adalah Mayjen TNI (pur) Istu Hari Subagio yang merupakan mantan Pangdam I Bukit Barisan dan Kombes Pol Syafiin, mantan Kepala Biro Umum Sekretaris Militer Kepresidenan (Sekmilpres).
Sedangkan di Pilgub Jatim 2008, ada Brigjen TNI (pur) Mujiyono, mantan Kasdam V Brawijaya yang mendampingi Khofifah Indar Parawansa. Pada Pilgub 2013, Khofifah didampingi oleh Irjen Pol (pur) Herman Surjadi Sumawiredja, mantan Kapolda Jatim.












