Hidung goblin shark yang sensitif memungkinkannya untuk mendeteksi mangsa di kegelapan. Matanya yang besar dan berkilauan, meskipun tidak terlalu tajam, membantu mereka melihat dalam kondisi minim cahaya. Hiu ini juga memiliki elektroreseptor di moncongnya yang dapat mendeteksi medan listrik yang dihasilkan oleh mangsa, seperti ikan dan cumi-cumi.
Habitat goblin shark masih belum sepenuhnya diketahui, tetapi mereka umumnya ditemukan di laut dalam di seluruh dunia, pada kedalaman antara 200 hingga 1.300 meter. Hiu ini adalah predator soliter yang berburu mangsa dengan menguntit dan menyergap.
Meskipun jarang terlihat oleh manusia, goblin shark tidak dianggap sebagai ancaman bagi manusia. Mereka lebih tertarik pada ikan, cumi-cumi, dan hewan laut kecil lainnya. Namun, karena habitatnya yang dalam dan jarang terlihat, populasi goblin shark sulit untuk dihitung dan status konservasinya saat ini masih belum diketahui.



