Tak hanya itu, kontribusi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Industri Jatim terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional juga konsisten meningkat, pada 2011, Jatim menyumbangkan 19,2 persen atau sebesar Rp. 326,63 triliun dari total PDB Nasional yang mencapai Rp. 1.704,25 triliun.
Jumlah tersebut meningkat pada 2014, dimana PDRB Industri Jatim berkontribusi sebesar Rp. 445,30 triliun atau sebesar 20,1 persen terhadap PDB Nasional yang mencapai Rp. 2.215,75 triliun. Sedangkan sampai dengan Semester I 2015, PDRB Jatim memberikan kontribusi sebesar 20,6 persen atau sebesar Rp. 241,88 triliun terhadap PDB nasional yang mencapai Rp. 1.176,10 triliun.
Selain itu, nilai efisiensi ekonomi atau Incremental Capital Output Ratio (ICOR) Jatim hanya 3,1. “Artinya, jika investor menanamkan uang sebesar Rp. 3 juta di Jatim, maka dalam tiga tahun saja sudah kembali modal. Artinya, semua investasi di Jatim sangat efisien dan prosepeknya bagus, termasuk menanamkan modal di Jatim Prioritas” ujarnya.
Pakde menargetkan, pada tahun 2016 mendatang pertumbuhan ekonomi Jatim bisa mencapai 5,9 sampai 6,2 persen. Untuk mencapai target tersebut dibutuhkan investasi yang masuk sebesar Rp. 280 triliun. “Kami sudah mempersiapkan strategi untuk menyukseskan target itu” katanya.












