Cakrawala NewsCakrawala SurabayaIndeks

Tetap Sehat Saat Puasa Ramadan Bersama Siloam Hospitals

×

Tetap Sehat Saat Puasa Ramadan Bersama Siloam Hospitals

Sebarkan artikel ini
dr Jeffry Adijaya Susatyo Sp.PD dari Siloam Hospitals
dr Jeffry Adijaya Susatyo Sp.PD dari Siloam Hospitals

Rasa lapar yang meningkat saat menjelang berbuka puasa berpotensi menyebabkan asupan makanan yang berlebihan saat berbuka puasa. Asupan yang berlebihan dalam kondisi ini, diiringi dengan penurunan intensitas aktivitas selama puasa, justru dapat menyebabkan kenaikan berat badan selama puasa ramadan.

“Oleh karena itu meskipun puasa yang panjang, asupan makanan dan minuman saat berbuka puasa tetap harus dijaga agar tidak berlebihan, terlebih pada penderita jantung dan diabetes”, ungkap Jeffry Adijaya Susatyo.

Jeffry mengingatkan saat menyambut Hari Raya Iedul Fitri atau hari Lebaran, sebaiknya dilakukan konsumsi makanan (bagi remaja dan lansia) sesuai dengan kebutuhan. Tidak mengonsumsi makanan yang berlebihan dan konsumsi air putih yang cukup.

  • Tidak Dianjurkan Berpuasa Bagi Pasien Komplikasi

Manfaat berpuasa, yaitu menahan lapar dan haus ternyata memicu pertumbuhan sel saraf baru di otak. Itu sebabnya, ini bisa membantu memperbaiki fungsi otak, termasuk melindungi otak dari risiko penyakit Alzheimer dan Parkinson. Melakukannya selama sebulan penuh juga bisa membentuk rute jaringan baru di otak sehingga membantu perkembangan biologis, psikologis, dan fungsional. Berpuasa dapat pula meningkatkan daya tahan tubuh, umumnya bagi yang memiliki kesehatan yang normal. Namun, apakah mungkin berpuasa dapat diteruskan, khususnya bagi orang yang memiliki penyakit turunan? Atau kembali ke batas diet tertentu?

Menurut Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Jeffry Adijaya Susatyo,Pasien dengan diabetes yang tidak terkontrol atau komplikasi yang berat dan pasien dengan penyakit gagal jantung yang berat dianjurkan untuk tidak berpuasa untuk mencegah terjadinya komplikasi yang tidak diinginkan. Pasien dengan diabetes dengan hipoglikemia (gula darah <70 mg/dl) atau hiperglikemia (gula darah >300 mg/dl) selama puasa disarankan untuk membatalkan puasa.

Identifikasi gejala hipoglikemia dan hiperglikemia seperti tangan gemetar, berkeringat dingin, dada berdebar, perubahan kesadaran, mual muntah, rasa lemah. Pasien dengan penyakit jantung dan metabolik diharapkan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum memutuskan untuk berpuasa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *