Humaniora

Bukber dengan Teman, Silahturahmi atau Adu Gengsi

×

Bukber dengan Teman, Silahturahmi atau Adu Gengsi

Sebarkan artikel ini

cakrawalanews.co – Tradisi buka bersama atau bukber menjadi momen yang dinanti-nantikan. Bagi sebagian orang, bukber menjadi kesempatan untuk menjalin kembali tali silaturahmi dengan teman lama maupun kolega.

Namun, di balik kehangatannya, bukber tak jarang terjebak dalam budaya adu gengsi dan pamer harta benda.

Makna Silaturahmi: Mempererat Persaudaraan

Sejatinya, bukber merupakan ajang untuk mempererat persaudaraan dan memperkuat rasa persatuan di antara umat Islam. Momen buka puasa bersama menjadi kesempatan untuk saling mendoakan, berbagi cerita, dan mempererat kembali tali silaturahmi yang mungkin renggang karena kesibukan.

Budaya Adu Gengsi: Jeratan Materialisme

Namun, di era modern ini, bukber tak jarang menjelma menjadi ajang adu gengsi dan pamer harta benda. Pertanyaan seputar pekerjaan, gaji, hingga kepemilikan barang mewah menjadi topik utama, menggeser makna silaturahmi yang sesungguhnya. Budaya materialisme menjerat bukber, mengubahnya menjadi ajang pamer status sosial.

Dampak Negatif: Menimbulkan Ketidaknyamanan dan Kecemburuan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *