“Sehingga kami tahu sebenarnya berapa orang miskin dari hasil Susenas itu. Sehingga kami bisa melakukan kekuatan-kekuatan pemerintah kota untuk menyelesaikan dan membantu kemiskinan,” ujarnya.
Menurutnya, hadirnya pemerintah kota dan negara ini adalah untuk menyelesaikan kemiskinan. Nah, untuk menyelesaikan hal tersebut, di awal tentu yang dibutuhkan ialah data warga yang akurat agar intervensi yang diberikan tepat sasaran.
“Sehingga dengan Susenas yang dilakukan BPS ini, saya berharap bisa membantu Surabaya, bahkan seluruh Indonesia untuk menyelesaikan masalah-masalah kemiskinan,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala BPS Kota Surabaya, Arrief Chandra Setiawan menyampaikan bahwa Susenas dan Sakernas dilaksanakan dua kali setiap tahun, yakni pada bulan Maret dan September. “Sementara tahun ini dimajukan pada bulan Februari, karena Maret sudah memasuki bulan puasa Ramadan,” kata Arrief usai acara pelepasan petugas Susenas dan Sakernas.



