Ia juga memastikan bahwa pengadaan buku terbanyak tahun ini adalah buku anak-anak, ilmu pengetahuan, serta sejumlah pembaruan mengikuti perkembangan zaman seperti teknologi. “Kenapa kami memilih ini? karena memang kami punya hasil survei buku apa saja yang paling banyak dicari dan juga dibaca,” katanya.
Mia juga menjelaskan bahwa selain menambah koleksi buku, pihaknya juga akan merotasi koleksi buku, baik antar perpustakaan maupun antar TBM serta antara perpustakaan dengan TBM. Rotasi buku itu akan dilakukan setiap tiga bulan sekali supaya pembaca tidak bosan dengan koleksi buku di salah satu tempat bacaan. “Di samping itu, kami tentu menyesuaikan dengan kebutuhan di setiap lokasi,” tegasnya.
Menurutnya, ribuan buku itu kini bisa dibaca di dua perpustakaan umum Pemkot Surabaya, yaitu di Balai Pemuda dan di Rungkut Asri Tengah Surabaya. Selain itu, bisa pula dibaca di 500 TBM dan 400 pojok baca yang tersebar di berbagai penjuru kota, termasuk pula mobil keliling dan layanan lainnya. “Nah, tahun ini kita juga berencana menambah pojok baca, namun masih kita bahas lebih detail,” ujarnya.


