Namun, kata dia agar langkah pelestarian aksara Jawa bisa berjalan masif, maka Pemkot Surabaya butuh inovasi pada proses penerapannya.
“Ke depan mungkin dilombakan seperti pada green and clean, sehingga ada muatan budaya di dalam lomba tersebut,” ucapnya.
Pemkot juga harus meningkatkan pemahaman aksara Jawa bagi para petugas di taman bacaan masyarakat (TBM) dan perpustaan.
Lebih lanjut, penambahan aksara Jawa untuk nama jalan di Kota Surabaya kini juga tengah digodok. Diharapkan hal itu bisa segera terealisasi.
“Sudah ada ancang-ancang untuk nama jalan itu, bukan masalah sulit,” kata dia.



