Pelaku UMKM asal Kendangsari ini menjelaskan, design logo untuk merchandise sudah ditentukan oleh pemkot. Namun pihaknya tetap diperbolehkan untuk berkreasi.
“Selama ini merchandise produksi kami, dipasarkan lewat e-peken dan platform belanja digital lainnya. Sedangkan untuk offline kita punya tenant di Kendangsari,” imbuhnya.
Lebih lanjut Mustika mengatakan, untuk menarik pembeli, dirinya berpromosi di media sosial. Seperti Instagram, Facebook atau platform media sosial lainnya.
“Kami berharap saat pembukaan Piala Dunia U-17 di GBT tanggal 10 November nanti di berikan booth. Dengan begitu saya yakin sedikitnya 500 kaos bisa terjual,” pungkasnya.












