Dengan adanya dana abadi untuk pesantren tersebut, sambung Gus Fawait, sudah selayaknya negara memberikan perhatian besar untuk pesantren di Indonesia.” Dana abadi yang disampaikan mas Gibran merupakan bentuk penguatan dengan komitmennya yang ada untuk dunia pesantren jika memimpin Indonesia mendatang,” tuturnya.
Bagi dirinya, apa yang diutarakan Gibran tersebut sebagai bentuk kolaborasi antara senior dan anak muda dalam memimpin Indonesia mendatang.” Pemikiran mas Gibran merupakan bentuk lompatan cemerlang anak muda yang menghargai pesantren. lompatan pemikiran tersebut menumbuhkan optimisme kalangan anak muda, millenial dan gen z,” jelasnya.
Kalangan gus dan ulama, lanjut gus Fawait sempat mempertanyakan keinginan penguatan dana abadi pesantren yang disampaikan Gibran. Menurutnya, hal ini disebabkan sosok Gibran berasal dari kalangan NU kultural di Indonesia. ” Mas Gibran betul-betul NU kultural, karena dibenaknya pertama yang akan diperhatikan adalah pondok pesantren,” sambungnya.



