Oleh karena itu, Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya ini mendorong para lurah dan camat, serta dinas Pemkot Surabaya, untuk turut serta bersama warga, menjaga dan merawat kekayaan heritage ini.
“Sekali lagi, agar kearifan lokal tetap lestari,” pintanya.
Dalam kesempatan tersebut Anas Karno menggelar doa bersama dan pemotongan tumpeng sebelum tabur bunga di situs makam.
“Doa bersama yang disusul dengan pemotongan tumpeng sebagai tanda rasa syukur kepada Allah SWT,” pungkasnya.












