Ia menegaskan bahwa banyak sekali prestasi dan pencapaian yang telah dilakukan oleh para finalis pangeran dan putri lingkungan hidup Surabaya 2023 ini.
Di antaranya, ada sebanyak 275.836 orang teredukasi dengan proyek para finalis, sebanyak 229.579 tanaman yang telah ditanam oleh finalis, sebanyak 51 ton 12 kg sampah organik yang berhasil diolah oleh finalis, 1.848 kg minyak jelantah yang terselamatkan dan tidak dibuang ke saluran air, sebanyak 5 ton 774 kg sampah anorganik yang berhasil diolah oleh para finalis, sebanyak 1 ton 200 kg limbah tekstil yang terolah, dan 1 ton 17 kg diapers yang telah diolah.
“Jadi, banyak sekali pencapaian mereka. Bahkan, ada tanaman yang sulit untuk ditanam, malah berhasil dibudidayakan oleh mereka. Sungguh luar biasa mereka ini,” katanya.
Di samping itu, Zamroni juga sangat mengapresiasi dan siap mendukung kebijakan dan komitmen Wali Kota Eri Cahyadi bersama jajaran Pemkot Surabaya yang ingin mendukung dan mensupport pangeran dan putri lingkungan hidup. Apalagi, mereka akan dijadikan pemimpin di kampungnya masing-masing.
“Sebenarnya, mereka sudah melakukan itu di kampungnya, mengajak warga untuk memilah sampah meskipun dengan komunikasi yang ala kadarnya. Nah, kalau ini semakin disupport pemkot, tentu sangat bagus ini, karena kami memang berharap mereka ini tidak hanya berhenti sampai di sini, eman karena pondasinya sudah bagus, eman kalau tidak diteruskan. Akan sangat luar biasa kalau disupport pemkot,” pungkasnya.












