Surabaya. Cakrawalanews.co – Capaian Indeks Pembangunan Gender (IPG) dan Indeks Developmen Gender (IDG) Pemerintah Provinsi Jawa Timur tahun 2022 nampaknya belum terlalu memuaskan. Pasalnya saat ini masih terdapat ketimpangan atau gap yang cukup besar antara IPG dan IDG.
“IPG kita sudah lumayan tinggi diangka 92. Sedangkan IDG kita ternyata masih rendah di kisaran 72. Jadi tidak seimbang,” ujar Sri Untari Bisowarno anggota Komisi E DPRD Jatim, sabtu (16/9/2023).
Menurut Untari sapaan akrabnya, diantara indikator yang menyebabkan IDG Jatim rendah adalah masih rendahnya partisipasi perempuan di parlemen, partisipasi perempuan dalam hal pendapatan, dan jumlah profesional perempuan juga masih rendah.
“Diparlemen turun karena dalam perjalanan banyak parlemen perempuan di Jatim yang dilakukan Pergantian Antar Waktu (PAW), namun yang ganti politisi laki laki bukan perempuan,” ungkapnya.











