“Salah satunya adalah tidak adanya distribusi ke perusahaan atau tempat kerja bagi warga yang telah mengikuti pelatihan-pelatihan kerja yang di lakukan Pemkot,” terang mahfudz.
Politisi fraksi PKB DPRD Kota Surabaya ini menambahkan jika warga selama ini berharap dan menanti namun hingga kini belum ada output yang diterima oleh warga.
“Jadi setelah pelatihan tidak ada out putnya. Jadi, tidak follow up lagi setelah pelatihan. Ini yang merekan keluhkan,” sambungnya.












