Lain lagi Tantri dari Surabaya yang sudah lebih sepuluh tahun di Taiwan, dengan bangga menceritakan kelompoknya yang kini sudah bisa membantu sesama TKI untuk menambah pengetahuan dengan membuat perpustakaan. “Barangkali Pakde punya buku tak terpakai kami sangat berterima kasih kalau diberi untuk menambah koleksi perputakakan kami.
“Ya, semua permasalahan kalian akan kami catat untuk menjadi PR SKPD yang berkaitan, karena sekarang untuk mengeluarkan anggaran atau membuat suatu program harus dirancang dan dibicarakan dengan DPRD, jadi tidak bisa serta merta. Tentang lapangan pekerjaan di tanah air jangan khawatir, banyak yang bisa dilakukan apalagi nanti punya modal, kami siap melatih pekerjaan apa yang dibutuhkan” jelas Pakde Karwo.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Trasmigrasi dan Kependudukan Drs. Sukardo, MSi yang ikut mendampingi Gubernur dalam kunjungan di Taiwan, siap membantu para TKI yang tidak kembali lagi bekerja di luar negeri.
“Kami siap membimbing, tergantung mereka kepingin apa, kami siap memfasilitasi, memang tak mungkin selamanya mereka menjadi TKI. Kami juga berpesan, kalau ingin menjadi TKI tempuhlah prosedur yang benar, jangan menjadi TKI illegal, kerja tak akan nyaman dan akan menimbulkan masalah. Seperti baru-baru ini lebih dari 4.700 TKI dipulangkan dari Malaysia, karena mereka illegal. Akhirnya merepotkan semua, ” kata Sukardo.(AT/cn01)











