Politikus asal Bangkalan Madura itu mempertanyakan mengapa ada bisnis kain seragam di sekolah dengan dalih koperasi siswa. Mathur mengaku sangat khawatir pada orang tua siswa dengan kemampuan ekonomi yang terbatas sehingga sangat membebani wali siswa.
Ia bahkan belum lama ini kedatangan salah seorang kepala sekolah dari Surabaya. “Dia mengakui ini adalah permainan Dinas Pendidikan provinsi Jawa Timur yang sengaja ngedrop dan produsennya hanya satu,” ungkap vokalis Komisi E DPRD Jatim












