“Kita seluruh warga NU Banyumas menolak Full Day School dan meminta kepada Presiden Jokowi agar menegur Menteri Pendidikan agar membatalkan program FDS. Bahkan kita minta agar Presiden mencopot Menteri Pendidikan,” kata salah satu orator aksi.
Sejumlah poster dan spanduk dibentang massa aksi. Di antaranya berbunyi, ‘Batalkan Full Day School, Tolak 5 Hari Sekolah’, ‘Ngaji Yes! Full Day School No!!’, ‘Ngaji Sinambi Sekolah Bukan Sekolah Nyambi Ngaji’.
Kebijakan 5 hari sekolah dianggap lebih banyak mendatangkan kerugian dibanding manfaat. Secara budaya, program sekolah lima hari mengancam keberadaan madrasah diniyah. Padahal madrasah merupakan lembaga pendidikan yang mengajarkan budi pekerti kepada anak didik.











