Anas juga menambahkan, apabila dipaksakan pun, kondisi penambahan Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga tidak akan bisa signifikan.
“Sudah bisa dipastikan pengunjung akan menurun karena adanya biaya untuk melakukan aktifitas foto dan video. Ini berimbas pada iklim wisata di Surabaya. Dan ini juga berpotensi diterapkan dispot-spot wisata publik lainnya misalnya jalan tunjungan dan lainnya,” tegasnya.
Oleh karena itu, kata Anas justru dengan pengunjung leluasa mengekplorasi melalui foto maupun video, kemudian di viralkan lewat berbagai applikasi media sosial, bisa menjadi ajang promosi.












