“Saya berharap kegiatan ini dapat diadaptasi oleh pihak-pihak lain, sehingga semangat menjaga toleransi dapat semakin tersebar dengan masif di Kota Surabaya,” harapnya.
Di samping itu, ia juga memastikan, bahwa Pemkot Surabaya terus berkomitmen untuk mewadahi forum-forum kerukunan antar umat beragama. Dan juga terus mendukung terciptanya suasana kondusif dan damai di Kota Surabaya. “Saya berharap kehidupan yang guyub, rukun, penuh dengan harmoni di Kota Surabaya dapat terus kita pertahankan,” imbuhnya.
Wali Kota Eri juga meyakini, bahwa warga Surabaya tidak akan menerima segala macam bentuk provokasi. Termasuk pula tidak akan memberikan ruang terhadap intoleransi dan radikalisme di Kota Surabaya.
“Kepada segenap tokoh agama dan tokoh masyarakat, saya titip doanya dari panjenengan (anda) semuanya untuk Kota Surabaya agar selalu aman, damai dalam lindungan Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa,” pungkasnya.
Sebagai diketahui, seminar kali ini diisi dengan pemaparan dan diskusi bersama narasumber. Sejumlah narasumber yang hadir yakni, Kasubdit Sosialisasi Dit Indensos Densus 88 Polri Kombes Pol Kurnia Wijaya, perwakilan dari Korem 084/Bhaskara Jaya serta Sekretaris MUI Kota Surabaya KH Muhaimin Ali.












