“Jam pengangkutan sampah pun sudah kita tempel, jadi warga bisa mengawasi. Misalnya pukul 08.15 WIB untuk pengangkutan pertama, tetapi pukul 08.30 belum diangkut, maka warga bisa melapor ke DLH. Jadi tidak ada penumpukan sampah agar TPS tetap bersih,” jelasnya.
Dalam kegiatan kerja bakti tersebut, seluruh jajaran PD di lingkungan Pemkot Surabaya ikut diterjunkan guna melakukan pembersihan dan pengecatan di seluruh TPS se-Surabaya. Dimana hal ini sesuai dengan visi-misi Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang mengajarkan seluruh jajarannya untuk mengedepankan sikap gotong-royong. Di antaranya untuk menyelesaikan persoalan di Kota Surabaya, seperti kemiskinan, kebersihan, dan lainnya.
“Ini adalah kolaborasi dan sinergi kami antar PD, sehingga apa yang diinginkan warga Surabaya melalui visi misi Bapak Walikota bisa tercapai,” ujarnya.
Di sisi lain, Hebi menerangkan, mengenai kondisi TPS di Surabaya selain mencegah adanya penumpukan sampah, TPS dipenuhi oleh berbagai barang hasil memulung. Karenanya, ia menegaskan bahwa hasil pulungan segera dipilah di lokasi lainnya, artinya tidak diletakkan atau di pilah di area TPS.












