“Kita akan komunikasikan dengan Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan sebagai pengelola pasar tradisional semi moderen ini, terkait keluhan pedagang. Kalau perlu nanti kita akan gelar hearing (Rapat Dengar Pendapat),” terangnya.
Tokoh penggerak UMKM tersebut, menyambut baik kehadiran Fresh Market Kutisari. “Fresh Market Kutisari merupakan bentuk pasar tradisional semi modern. Yang tetap mempertahankan kearifan budaya lokal, namun selalu mengikuti perkembangan era moderen,” terangnya.
Bangunan lapak pedagang di Fresh Market Kutisari tidak lagi serupa dengan pasar tradisional pada umumnya, yang terbuat dari papan dan kayu. Melainkan berupa tembok yang dilapisi keramik. Begitu pula dengan lantai pasar. Dilengkapi sanitasi dan ruang sirkulasi udara yang sesuai dengan kebutuhan.
Pasar tersebut menjual sayur segar, ikan segar, daging dan kebutuhan dapur sehari-hari. Terdapat pula area pedagang kuliner.
“Kondisi ini membuat pasar tidak lagi kumuh dan becek. Pasar tradisional semi moderen memang harus selalu, bersih, kering, tertata rapi, dengan suasana yang segar dan sehat,” imbuhnya.
Anas mendorong, supaya seluruh pasar tradisional di Surabaya bertransformasi menjadi pasar tradisional semi moderen. Seiring dengan program revitalisasi pasar yang dilakukan PD Pasar Surya.












