Lebih lanjut Anas memaparkan jika, penyertaan modal tersebut, tak hanya untuk Pasar Kembang saja tetapi juga digunakan untuk merevitalisasi 3 pasar lainnya. Yaitu Pasar Kendangsari, Pasar Pucang dan Pasar Pabean.
Selain itu, Anas juga mendorong dalam revitalisasi nanti juga bisa memberikan dampak yang positif terhadap keberlangsungan pasar.
“Harus ada inovasi yang bisa satu nafas dengan pembangunan kota yang sudah melabelkan diri sebagai smart city. Maka kami mendorong supaya revitalisasi berdesign pasar tradisional semi moderen. Kenapa begitu, agar pasar tidak lagi kumuh. Melainkan menjadi pasar yang bersih, kering, nyaman dan aman. Namun tetap tidak menghilangkan unsur kearifan lokal,” jelasnya.
Anas pun berharap, supaya seluruh pasar yang dikelola PD Pasar Surya, bisq bertransformasi menjadi pasar tradisional semi moderen.
“Sampai sekarang pasar tradisional tetap menjadi jujugan masyarakat, karena harganya yang lebih murah dibandingkan pasar moderen, seperti mall atau supermarket. Ini kelebihan pasar tradisional,” ujarnya.
Menurut Anas, kedepannya pasar tradisional juga bisa dijadikan sebagai tempat wisata belanja, karena kondisinya yang bersih, nyaman dan aman.
“Ini yang saya maksud sebagai pasar tradisional semi moderen,” terangnya.



