“Di beberapa kabupaten/kota pengelola SMK swasta mengeluh karena sekolahnya cenderung sepi peminat. Orang tua dan calon siswa lebih melirik SMKN dengan berbagai keunggulannya. Pengelola SMK Swasta dihantui nasib lembaganya terancam gulung tikar,” kata Mirza Ananta.
Mirza menyebut dihadapan Gubernur Jatim saat Paripurna pada Senin (5/6/2023) malam, jika suasana seperti itu sekarang terjadi di SMK Swasta Ponorogo. Menurutnya, pengelola SMK Swasta di Bumi Reog, serasa disalip oleh SMKN dalam PPDB. “SMKN di Ponorogo dituding mengingkari perjanjian bersama SMK Swasta setempat. Saat memulai penerimaan siswa baru, SMKN dianggap mendahului dari komitmen waktu yang disepakati bersama pengelola SMK Swasta,” ujar dia.



