“Saat saya turun, ada beberapa Posyandu yang membutuhkan timbangan digital. Permintaan timbangan bayi digital saya penuhi karena timbangan manualnya rusak. diantaranya Posyandu di sekitar kelurahan Panjang Jiwo kecamatan Sukolilo” jelasnya.
Atas banyaknya keluhan keterbatasan timbangan digital, Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya tersebut mendorong agar dinas terkait segera mempertimbangkan mengganti model timbangan bayi di Posyandu yang masih manual, dengan mode digital.
“Karena setiap ons saja berat bayi bertambah atau tidak sesuai usianya, dan tercatat dengan akurat, sangat berarti untuk pencegahan stunting,” terangnya.
Sementara itu Wanti Ketua Posyandu Singkong RT 04 RW 04 Kelurahan Panjang Jiwo mengatakan, timbangan bayi di tempatnya rusak dan sudah lama dilaporkan ke Puskesmas setempat, tapi bantuan tidak kunjung tiba.












