Arief melanjutkan bahwa rehabilitasi pipa dilakukan untuk meningkatkan keandalan sistem distribusi air. Seiring dengan bertambahnya usia teknis pipa (pipa lama), keandalan sistem perpipaan menurun, yang mengakibatkan gangguan air dan biaya perbaikan pipa yang tinggi.
“Selain itu, kebocoran pipa juga menyebabkan tingginya angka kehilangan air (Non-Revenue Water),” tandasnya.
Areal rehabilitasi pipa tahun 2023 kata Arief, mencakup 38 kelurahan di Surabaya dengan total 4.371 titik pekerjaan rehabilitasi pipa jaringan yang tersebar di seluruh Surabaya.
“Dampaknya terlihat pada peningkatan kelancaran pasokan air dan peningkatan tekanan air di wilayah yang telah direhabilitasi, seperti Jalan Tambaksari, Bogen, Kapas Krampung, Ambengan Batu, Ketandan, Tunjungan I, Kebangsren, Darmo Permai Selatan, Candi Lontar, Candi Lempung, dan sekitarnya,” tambah Arief Wisnu.












