Eri menyebut, adanya kasus kekerasan yang melibatkan anak seyogyanya tidak digeneralisir dengan jumlah anak di Kota Surabaya.
“Jadi tidak bisa ketika ada kejadian satu, dua meng-Gebyah uyah (mengenalisir) dengan jumlah anak yang di kota Surabaya,” terangnya.
Dirinya mengakui, jika memang ada kejadian namun, karena adanya ekspose sehingga terlihat tinggi.












