“Makanya para pedagang ini yang merupakan rakyat kecil banyak yang gak kuat ikut berjualan di KBS,” bebernya.
Selain itu, Misidi yang berjualan makanan korea dan minuman boba ini mengaku harus menyesuaikan bentuk kios yang disyaratkan oleh pihak KBS.
“Ukuran stand cuma 2 meter kali 2 meter, itu saja booth nya harus sesuai dengan ukuran dari KBS jika tidak, maka tidak diperbolehkan berjualan di KBS,” ungkapnya.
Atas kondisi tersebut dirinyapun kini merasa ragu-ragu untuk kembali ikut berjualan di kawasan wisata KBS tersebut.
“Ini saya gak tau mau mundur apa gimana. Saya sangat keberatan dengan bayar standnya. Karena kalau hari-hari biasa itu bayarnya Rp.300 000 tetapi tidak ada yang beli karena pengunjungnya berkurang. Jadi kadang-kadang buat bayar sewa stand saja gak mencukupi,” keluhnya.












