Ketua LPPD, Prof. Dr. KH. Abd. Halim Soebahar MA menjelaskan bahwa Program ini diinisiasi oleh Ibu H. Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jatim.
“Beliau memiliki perhatian yang luar biasa terhadap pengembangan pesantren. Ibu ingin akses SDM pesantren untuk belajar ke pusat-pusat keilmuan Islam di luar negeri semakin terbuka. Setelah koordinasi dengan para pimpinan pesantren, program ini direalisasikan,” tuturnya.
Lebih lanjut, Soebahar menjelaskan, bahwa selama ini komitmen ibu Gubernur pada fasilitasi pengembangan pesantren sangat besar. Pemprov sudah mengalokasikan anggaran yang cukup besar dari APBD untuk beasiswa-beasiswa itu, termasuk yang ke Mesir”, tambahnya.
Para calon penerima beasiswa harus mengikuti seleksi yang sangat ketat. Selain harus menguasai kitab kuning, mereka juga diuji kelayakan potensi akademik dan wawasan kebangsaannya.
“Kita ingin supaya, mereka nantinya menjadi intelektual muslim yang mumpuni dan memiliki komitmen kuat terhadap kebangsaan dan keIndonesiaan”. Ada dua aspek yan kualifikasi akademik SDM pesantren,” tandasnya.



