Legislator Fraksi PDIP Surabaya yang meraih penghargaan sebagai tokoh penggerak UMKM Surabaya dalam ajang POTAS award ini menambahkan, dengan seringnya turun ke masyarakat maka, ilmu yang didapat di bangku kuliah akan terimplementasikan.
“Dengan melihat langsung kondisi masyarakat, kebutuhan masyarakat dan permasalahannya, yang luput dari perhatian pemerintah, bisa diserap. Kemudian disampaikan kepada organ-organ penyelenggara pemerintahan, termasuk DPRD,” imbuhnya
Anas memaparkan, bahwa ladang pengabdian mahasiswa yang bisa dilakukan untuk pembangunan ekonomi, bisa lewat pendampingan UMKM.
“Akan lebih tepat lagi ketika para mahasiswa ikut berperan aktif dalam setiap kegiatan-kegiatan pendampingan UMKM yang dilakukan oleh dinas terkait Pemkot Surabaya. Mahasiswa inilah yang nantinya pewaris tongkat estafet pembangunan nasional. Mahasiswa harus punya nilai lebih jangan hanya berteori,” pungkasnya.












