“Wadah vokasi ini akan menambah atau menyesuaikan kapasitas para pencari kerja agar match dengan kebutuhan perusahaan. Banyak yang melamar tapi tidak terserap. Sehingga perlu penanganan hilirisasi,” jelas Denny seusai mengikuti rapat dengar pendapat diruang Komisi D DPRD Surabaya.
Sementara itu anggota Komisi D, Cahyo Siswo Utomo menyambut baik usulan tersebut.
“Usulan program ini tidak benturan dengan program Disnaker. Melainkan justru membantu Disnaker Surabaya, sehingga serapan tenaga kerja ini lebih efektif efisien,” jelasnya.
Cahyo kembali menjelaskan, ketika perusahaan menginginkan pekerja dengan kapasitas keahlian yang mereka butuhkan. Sedangkan Disnaker mempunyai kapasitas lain lewat program ASSiK. Maka kapasitas pekerja ini ditambah menyesuaikan kebutuhan lewat lembaga vokasi ini.












