Dengan antusias warga menunjukkan Balai RT yang selesai direhab, dan dicat merah putih, yang diusulkan melalui PDI Perjuangan. Tampak rapi dan gagah.
“Balai RT diperbaiki untuk fasilitas kegiatan warga,” kata Adi.
Adi dibawa menyusuri jalan-jalan perkampungan. Diperlihatkan akses jalan di Sumur Jobong, peninggalan jaman Majapahit.
Tak berselang lama Adi dan kader PDIP lain pun memilih singgah di rumah kelahiran Bung Karno, di Pandean IVD nomor 40.
“Sudah selesai dipugar Pak Wali (Eri Cahyadi). Pemugaran itu tidak menghilangkan bentuk asli rumah kelahiran Sang Proklamator, yang telah menjadi milik Pemkot Surabaya,” katanya.
Usai blusukan, warga dan kader-kader PDIP Surabaya sarapan di Warung “Cak Nur”. Menikmati menu nasi usik. Yang merupakan kuliner asli Surabaya












