“Tidak seperti sekarang semrawut. Orang yang belum pernah ke KBS akan kesulitan mau melihat seluruh koleksi satwa. Karena letaknya yang tidak berada dalam satu jalur,” ujarnya.
Lebih lanjut Anas mengatakan, kalaupun PDTS KBS ingin membuat Night Zoo, sebaiknya tidak berada didalam area KBS.
“Melainkan secara terpisah. Bisa dengan memanfaatkan aset-aset milik Pemkot Surabaya, yang belum terpakai. Satwa koleksinya juga harus khusus. Yaitu satwa yang biasa beraktifitas saat malam hari. Tidak bercampur seperti di KBS,” jelasnya.
Anas juga menegaskan dalam waktu dekat pihaknya akan memanggil PDTS KBS terkait rencana Night Zoo. “Kita akan panggil manajemen PDTS KBS,” pungkasnya.
Sebelumnya itu, dikutip dari Jawapos.com Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) Kebun Binatang Surabaya (KBS) tengah mematangkan persiapan Surabaya Night Zoo yang direncanakan buka setiap malam akhir pekan, dengan mebatasi jam operasional tak sampai pukul 00.00 WIB. tetapi tak sampai pukul 00.00 WIB. Jumlah kunjunganpun akan dibatasi dengan alasan mempertimbangkan kondisi dan kenyamanan satwa.
Selain itu, Rute Surabaya Night Zoo hanya melewati area satwa nokturnal. Rute dimulai dari pos 12 parkir motor dan mengarah ke area akuarium.












