“Komisi C mendorong, ditahun 2023 ini bank BPR dan UMKM Jatim punya program roadmap handalan yang segera direalisasikan program tersebut untuk menarik nasabah. Mengingat saat pandemi covid 19 sudah selesai dan PPKM juga sudah dicabut,”tegasnya Pranaya Politisi asal Fraksi Golkar DPRD Jatim ini.
Dikatakannya, dengan adanya program tersebut bank UMKM dan BPR akan diminati masyarakat di Jatim. Sehingga angkan angka biaya operasional pendapatan operasional (BOPO) yang tinggi bisa ditekan karena masuknya para nasabah tersebut.
“Setiap kali rapat hearing, komisi C bersama bank BPR dan UMKM Jatim sudah saya sampaikan untuk BOPOnya selalu tinggi mencapai 80 % dibanding dengan bank Jatim yang hanya sekitar 50. – 60 %. Nah ini tentunya akar persoalanya harus dilihat. Dan ternyata penyebabnya biaya deposito yang mahal,”katanya.



