Arief optimis jika pengembangan usaha tersebut bisa berjalan di tahun ini. Namun sayangnya, ia tidak menjelaskan berapa nilai investasi yang disiapkan oleh PDAM terhadap bisnis AMDK tersebut.
Akan tetapi, ia memproyeksikan bahwa pemenuhan kebutuhan air di lingkungan pemerintah kota Surabaya baik di kantor dinas, sekolah dan lainnya masih menggunakan air minum dalam kemasan dengan merek umum.
“Ini bukan bisnis utama, hanya untuk inovasi kemudian, jika saat ini kita lihat di perintah kota, di sekolah membeli air minum dalam kemasan bukan dalam merek milik PDAM, jadi kita proyeksikan untuk masuk disitu,”paparnya.












