Oleh karena itu, tambah wali Kota Eri pihaknya telah menyampaikan kepada pihak DPRD sebagai mitra kerja untuk bisa bersama melihat dan menghitung potensi PAD.
“Mangkanya kemarin kita sampaikan ke DPRD dan juga kemudian dihitung kembali ditahun 2023 potensi-potensi yang ada ayo dilakukan bersama Insyaalloh itu sudah kita sampaikan ke temen-temen DPRD,” tambah Eri.
Sebelumnya, kalangan DPRD Kota Surabaya mengkritik keras capaian realisasi PAD kota Surabaya hingga bulan desember masih belum memenuhi target yang sudah ditetapkan.
Kritikan tersebut diutarakan oleh Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Surabaya, Anas Karno. Ia menilai bahwa belum tercapainya target PAD juga disebabkan lantaran angka dari target yang dipasang terlalu tinggi tanpa diimbangi dengan pertimbangan terhadap kondisi yang ada dilapangan.
Ia lantas mencontohkan kasus diambil alihnya terminal Purabaya oleh Pemerintah pusat.
“Hal seperti ini akan mempengaruhi pendapatan. Jadi kami berharap pemasangan target ditahun-tahun mendatang haruslah rasional,”paparnya.



