Dugaan itu muncul lantaran kondisi kartu sebagian besar masih di dalam amplop dan jarak penemuan pertama dan berikutnya hanya radius 200 meter.
“Sepertinya dibuang di satu lokasi lalu hanyut. Tapi karena aliran airnya tidak deras, jadi hanyutnya tidak begitu jauh dari lokasi pertama ditemukan,” paparnya.
Sementara itu, penemu kartu Indonesia Sehat itu, Kasih Indrawati (22) mengaku khawatir dan merasa kenyamanan keluarganya terganggu setelah banyak orang datang ke rumahnya.
“Banyak orang ke sini, saya khan tidak tahu ini siapa dan dari mana. Seperti semalam jam 8, ada empat orang katanya dari BPJS Surabaya dan Kediri ke sini, trus tadi pagi juga ada,” keluh Kasih sata ditemui di rumahnya.
Ibu satu anak itu tidak menyangka jika penemuannya menjadi masalah besar dan berkepanjangan. Dia mengaku takut ada pihak yang dirugikan dengan penemuannya itu.












