Keceriaan siswa dan siswi SD-SMP se-Surabaya itu juga terasa meski di bawah terik matahari, semangat dan antusias mereka terlihat melalui gestur aktif dan keseruan mereka menari.
Para pelajar yang berpartisipasi pada kesempatan ini pun mengenakan warna senada merah-putih dengan hasduk sebagai ikat kepala maupun juga penampil utama yang memakai busana tata rias khas penari Remo.
Reni menyebutkan rekor MURI diperoleh berkat kerjasama dan gotong royong seluruh elemen yang terlibat sehingga dapat memberikan prestasi yang luar biasa.
“Untuk menghasilkan sebuah prestasi ini tidak bisa hanya sendiri, harus ada kerja sama antar sekolah, perangkat daerah, pihak orang tua, guru, kekompakan anak-anak,” bebernya.
Ia lantas menambahkan, yang lebih penting lagi, semoga bisa menanamkan kecintaan anak-anak pada seni budaya tradisional, yang ada di Indonesia, yang ada di Jawa Timur, yang ada di Surabaya.












