Ini sejak era pemerintahan Wali Kota Bambang DH, dilanjutkan periode kepemimpinan Wali Kota Tri Rismaharini, dan kini Wali Kota Eri Cahyadi dan Wawali Armuji.
“Kini di era Pak Eri Cahyadi dan Pak Armuji, pemenuhan kebutuhan air bersih PDAM telah mencapai 99,06 persen. Ini prosentase layanan PDAM kepada warga Surabaya,” kata Adi yang baru saja memperoleh penghargaan sebagai tokoh penggerak Gotong Royong di Surabaya.
Adi mengatakan bahwa, di tahun 2023 dengan APBD senilai Rp 11,2 triliun, kebijakan pembangunan di Kota Surabaya diarahkan untuk pemenuhan kebutuhan-kebutuhan mendasar dari rakyat.
“Seperti perbaikan rumah tidak layak huni, pembangunan jamban bagi warga tidak mampu, pemberian bea siswa bagi pelajar SMA/SMK, pengentasan kemiskinan dan pengangguran, mendorong pertumbuhan UMKM dan rumah-rumah padat karya, dan sebagainya,” pungkas Adi.












