Sebagai contoh, provinsi Jatim yang dikenal sebagai lumbung pangan nasional pada tahun 2023 hanya mendapat jatah pupuk subsidi sebanyak 1.624.299 ton atau berkurang sekitar 361.429 ton dibanding jatah tahun 2022. “Tahun depan alokasi pupuk subsidi untuk Jatim hanya tinggal pupuk Urea sebanyak 1.002.944 ton dan pupuk NPK sebanyak 621.355 ton,” kata Subianto
Pada tahun 2022, kata Subianto provinsi Jatim mendapat alokasi pupuk subsidi sebesar 2.033.745 ton meliputi Urea 1.061.017 ton, SP-36 34.638 ton, ZA 86.437 ton, NPK 621.355 ton, POG 121.529 ton, dan POC 48.031 ton. “Sepanjang tahun 2022 persoalan kelangkaan pupuk hampir merata di seluruh Jatim. Apalagi tahun depan alokasinya dikurangi, tentu nasib petani akan semakin merana,” beber politikus partai Demokrat.
Idealnya, alokasi pupuk subsidi untuk Jatim berdasarkan luas areal pertanian adalah sebanyak 2,6 juta ton. Namun sejak tahun 2021 alokasi pupuk subsidi untuk Jatim cenderung menurun. “Tahun 2020 Jatim mendapat jatah pupuk subsidi sebanyak 2.349.959 ton, tahun 2021 naik menjadi 2.883.501 ton. Tapi tahun 2022 turun drastis menjadi 2.033.759 ton, dan tahun 2023 mendatang berkurang lagi menjadi 1.624.299 ton,” beber politikus asal Kediri ini.












