Artinya, lanjut Sarmuji, dalam menerjemahkan pernyataan presiden Jokowi tersebut idealnya ditangkap substansinya saja.”Substansi yang diinginkan pak Jokowi coba cari pemimpin yang mau turun ke bawah dan mau merasakan denyut nadi pikiran rakyat.Kalau tanda-tanda wajah banyak, misalnya Airlangga Hartarto banyak tanda wajahnya sampai pelupuk matanya menghitam karena kebanyak memikirkan rakyat,”jelasnya.
Sinyal pernyataan presiden Jokowi tersebut, lanjut Sarmuji, pihaknya tidak hanya fokus pada rambut putih saja.” Pak Jokowi menyebut dua hal dalam pernyataannya. Misalnya yang berkerut wajahnya. Saya mencari-cari pemimpin yang pas pernyataan itu ternyata ada di pak Airlangga Hartarto (ketum Partai Golkar,”jelasnya.
Sarmuji yakin pernyataan presiden Jokowi tersebut yang melontarkan bola capres tersebut hanya untuk di masukkan keranjang saja.” Beberapa waktu lalu pak Prabowo hanya dimasukkan keranjang. Saat di HUT Golkar juga pak Airlangga Hartarto juga di masukkan di keranjang. Dan sekarang pun jika rambut putih itu pak Ganjar tentunya dimasukkan keranjang,”jelasnya.
Dengan pernyataannya tersebut, kata Sarmuji, dirinya melihat Presiden Jokowi ingin menawarkan sejumlah orang ditampilkan publik calon-calon yang benar-benar memikirkan rakyat.



